Selasa, 09 Agustus 2016
Tips dan Trik Saat Mengikuti Pelatihan Aplikasi Teknologi dan Informasi (PATI)
Teknologi dan Perkembangannya
Pada saat ini, kita hidup di zaman globalisasi, Di zaman globalisasi seperti sekarang ini, manusia sudah tergantung dengan adanya teknologi. Hal ini menjadikan teknologi sebagai kebutuhan dasar bagi setiap manusia. Dari orang tua hingga yang muda, para ahli hingga orang awam pun menggunakan teknologi dalam berbagai aspek kehidupannya. Teknologi berkembang secara drastis dan terus menerus berevolusi hingga sekarang dan mendunia. Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya inovasi dan penemuan yang sederhana hingga sangat rumit. Bahkan, kurang dari 10 tahun terakhir, teknologi handphone yang awalnya hanya sebuah alat komunikasi nirkabel berkembang menjadi alat komunikasi yang dapat mengambil foto, merekam video, mendengarkan musik, dan mengakses internet dalam hitungan detik.
Bangsa Indonesia merupakan salah satu bangsa yang hidup dalam lingkungan global, maka mau tidak mau juga harus terlibat dalam maju mundurnya penguasaan teknologi dan ilmu pengetahuan, khususnya untuk kepentingan bangsa sendiri. Sebagai negara yang masih berkembang, Indonesia dianggap belum terlalu maju dalam penguasaan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Sisi positifnya adalah masyarakat yang menjadi pengguna aktif teknologi, situs-situs, serta media komunikasi sosial, mereka dapat menyampaikan informasi dan juga mendapatkan informasi secara lebih mudah. Komunikasi khususnya di Indonesia terasa seakan menjadi lebih mudah seiring perkembangan teknologi ini.Bila dilihat dari sisi negatifnya, kemajuan teknologi ini membuat orang menjadi malas untuk berkomunikasi secara langsung. Orang lebih memilih berinteraksi melalui handphonenya ketimbang berkomunikasi dengan orang disekitarnya. Contoh, seorang anak sibuk ber-chatting dengan teman melalui handphone miliknya ketimbang berbicara dengan saudaranya saat acara keluarga sedang berlangsung. Kadang kemajuan teknologi ini juga membuat seseorang menjadi kurang peka dengan ekspresi saat sedang berkomunikasi dengan lawan bicaranya. sumber
Selain itu dampak negatifnya adalah perkembangan mereka dalam hal bersosialisasi menjadi sangat lamban. Karena mereka terlalu fokus dengan gadget tersebut. Dan di Indonesia kini, peranan media massa, teknologi, serta sosial media memegang kendali yang cukup tinggi. Hal tersebut dapat dengan mudah dan relatif cepat untuk mempengaruhi opini publik. Contoh, di dalam dunia Twitter dikenal istilah buzzer. Buzzer disini bertindak semacam opinion leader yang bila orang itu men-tweet sesuatu, maka akan banyak yang berfikir seperti buzzer tersebut berfikir. Kemajuan teknologi memang membawa dampak positif yang banyak namun begitu juga dampak negatifnya. Dalam kasus buzzer ini misalnya, bila informasi yang disebarkan merupakan ilmu penting dan berguna maka itu menjadi hal yang sangat positif, namun bila informasi tersebut merupakan rekayasa atau fitnah terhadap seseorang atau sesuatu maka hal itu akan merugikan pihak terkait. sumber
Kesimpulan yang perlu kita perhatikan adalah semua orang khususnya masyarakat Indonesia harus benar-benar cerdas utnuk memilah mana sisi positif dan negatifnya agar perkembangan teknologi yang terjadi serta bagaimana komunikasi itu selayaknya dilakukan, dijalankan dengan benar dan seimbang.
BANYUWANGI, The Sunrise of Java
Kabupaten
Banyuwangi merupakan Kabupaten yang terletak di ujung timur Propinsi Jawa Timur
dan ujung timur Pulau Jawa. Faktanya Banyuwangi adalah Kabupaten Terluas
di Jawa Timur yang berbatasan langsung Dengan Kabupaten Jember, Kab.
Bondowoso dan Kab. Bondowoso. Banyuwangi sendiri dekat dengan Pulau Bali
dan Banyuwangi sendiri menjadi Jalan utama menuju Pulau Bali. Untuk Mencapai
Kab. Banyuwangi terdapat Dua Jalur yaitu Jalur Selatan yang melewati Kab.
Jember dan Jalur Utara melewati Kab.Situbondo. Di Banyuwangi terdapat
Pelabuhan yang bernama Pelabuhan Ketapang yang melayani rute Banyuwangi Ke Bali
atau Bali ke Banyuwangi. Banyuwangi juga Terdapat Jalur Kereta Api yang
memudahkan Sarana Transportasi Di Banyuwangi. Tempat Wisata Yang
terkenal. Memang tidak dapat dipungkiri lagi bahwa banyuwangi adalah salah satu
surga destinasi wisata di Jawa Timur bahkan di Dunia. Banyuwangi memiliki
banyak pantai yang indah yang terdapat dari ujung utara sampai selatan.
Budaya-budaya yang ada di Banyuwangi diantaranya adalah:
1. Tari Gandrung
Tari
gandrung dipakai sebagai tarian
selamat datang untuk menyambut dan menghormati tamu. Biasanya disajikan pada acara
pesta perkawinan, syukuran, serta pada acara-acara tradisional lainnya.
2. Tumpeng Sewu
Tumpeng
Sewu adalah ritual adat selamatan massal yang digelar di Desa Kemiren, salah
satu basis Using, masyarakat asli Banyuwangi. Digelar seminggu sebelum Idul
Adha, tradisi ini bertujuan sebagai ungkapan
syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas keberkahan yang diterima warga Kemiren.
3. Seblang
Seblang
merupakan upacara bersih desa untuk menolah balak yang diujudkan dengan
mementaskan kesenian sacral yang disebut seblang, yang berbau mistis.
Dan masih banyak lagi budaya dan tradisi lainnya yang ada di Banyuwangi.
Kuliner khas Banyuwangi diantaranya adalah:
1. Rujak Soto
Dari namanya saja sudah jelas, yaitu perpaduan antara rujak dan soto yang dijadikan satu menjadi salah satu kuliner khas Banyuwangi.
2. Sego Tempong
Sego tempong hampir mirip dengan nasi lalapan, namun lauk yang disajikan lebih beraneka ragam, dan sambalnya sangat-sangatlah pedas.
3. Pecel Pitik
Pecel pitik berasal dari parutan kelapa muda, dicampur dengan kacang yang sudah dihaluskan. bahan-bahan ini kemudian disajikan dengan pitik atau dalam Bahasa Indonesia disebut dengan ayam.
Jumat, 27 Februari 2015
Jatuh Cintalah Seperti Anak Kecil
Jatuh cintanya orang dewasa itu membingungkan, kadang menyulitkan diri sendiri. Ketika hati berkata seseorang itu adalah yang kita cinta, ada saja pertimbangan-pertimbangan realistis yang hanya dimengerti orang dewasa.
Ekonomi, ras dan suku, sifat, agama, orang tua, silsilah, gengsi, kesamaan, visi misi, kesamaan golongan.
Maka, jatuh cintalah seperti anak kecil. Yang lugu dan jujur mengakuinya.
Yang ketika si gadis jatuh maka si pria kecil tertawa mengolok namun langsung berlari ke kelas dan menyelipkan plester ke dalam tas si gadis.
Yang ketika si gadis tak punya uang saku karena miskin, maka si pria kecil membelikan setumpuk roti dan segenggam permen meski uang sakunya pun tak lebih.
Yang ketika si gadis terpisah dari rombongan pramuka, maka si pria kecil pura-pura ijin pipis tapi ternyata segera berlari dan mencari si gadis hingga dia sendiri tersasar.
Yang ketika seseorang mengatakan si gadis berwajah jelek maka si pria kecil segera berlari ke pasar dan mencarikan jepit rambut warna-warni murahan untuk dipasangkan di rambut si gadis, seraya mengatakan bahwa dia adalah gadis tercantik setelah ibunya.
Yang ketika si pria kecil dianggap bodoh oleh gurunya, si gadis menemani si pria kecil belajar setiap pulang sekolah, hingga dia sedikit mengerti, bahwa pelajaran tidak semenakutkan itu.
Yang terkadang, si pria kecil sengaja berkelahi dengan temannya hanya untuk mencari perhatian si gadis meski ini hanya membuatnya dibenci.
Yang ketika si pria kecil tidak masuk sekolah maka si gadis berdoa diam-diam dan mengintip dari jendela si pria kecil hanya untuk memastikan keadaannya.
Yang ketika guru mengabarkan bahwa besok si pria kecil kita akan kembali bersekolah, maka si gadis bersolek sepanjang pagi supaya kelihatan cantik.
Yang, baik si gadis maupun si pria kecil tak pernah mempertanyakan keturunan bangsawan atau jelatakah mereka, akan melanjutkan ke sekolah favorit atau tidak, akan bekerja dengan gaji yang besar atau tidak, mereka tidak peduli.
Yang bersedia tidak jajan berhari-hari hanya supaya uang sakunya bisa dikumpulkan untuk jalan-jalan ke pasar sore berdua di akhir pekan.
Yang meski sering memasukkan ulat ke dalam tas si gadis, si pria kecil ini akan dengan berani memukuli anak-anak nakal yang berani mengusik ketenangan perjalanan pulang sekolah si gadis, tanpa ia takut dikeroyok.
Yang meski si pria kecil hanya anak petani miskin, si gadis tidak pernah bertanya-tanya: 'dia akan memberiku makan apa? Apa dia punya uang?'
Jatuh cintanya anak kecil sungguh sederhana ya? Karena anak kecil belum tahu apa-apa, maka mereka juga tidak akan berpikir tentang apa-apa. Mereka jatuh cinta dengan tulus, tidak berharap apa-apa, bahkan tidak peduli apakah orang lain tahu atau tidak.
Kita kalah jauh dengan anak kecil. Mereka mencintai dengan memberi, kita mencintai dengan egoisme pribadi. Mereka mencintai dengan memenuhi, kita mencintai dengan mengejar ambisi. Mereka mencintai siapa yang mereka cintai, ternyata kita hanya mencintai diri sendiri.
Kadang, kita yang sudah dewasa, mungkin harus menyingkirkan realita dan kembali menjalani cinta yang sederhana.
Ekonomi, ras dan suku, sifat, agama, orang tua, silsilah, gengsi, kesamaan, visi misi, kesamaan golongan.
Maka, jatuh cintalah seperti anak kecil. Yang lugu dan jujur mengakuinya.
Yang ketika si gadis jatuh maka si pria kecil tertawa mengolok namun langsung berlari ke kelas dan menyelipkan plester ke dalam tas si gadis.
Yang ketika si gadis tak punya uang saku karena miskin, maka si pria kecil membelikan setumpuk roti dan segenggam permen meski uang sakunya pun tak lebih.
Yang ketika si gadis terpisah dari rombongan pramuka, maka si pria kecil pura-pura ijin pipis tapi ternyata segera berlari dan mencari si gadis hingga dia sendiri tersasar.
Yang ketika seseorang mengatakan si gadis berwajah jelek maka si pria kecil segera berlari ke pasar dan mencarikan jepit rambut warna-warni murahan untuk dipasangkan di rambut si gadis, seraya mengatakan bahwa dia adalah gadis tercantik setelah ibunya.
Yang ketika si pria kecil dianggap bodoh oleh gurunya, si gadis menemani si pria kecil belajar setiap pulang sekolah, hingga dia sedikit mengerti, bahwa pelajaran tidak semenakutkan itu.
Yang terkadang, si pria kecil sengaja berkelahi dengan temannya hanya untuk mencari perhatian si gadis meski ini hanya membuatnya dibenci.
Yang ketika si pria kecil tidak masuk sekolah maka si gadis berdoa diam-diam dan mengintip dari jendela si pria kecil hanya untuk memastikan keadaannya.
Yang ketika guru mengabarkan bahwa besok si pria kecil kita akan kembali bersekolah, maka si gadis bersolek sepanjang pagi supaya kelihatan cantik.
Yang, baik si gadis maupun si pria kecil tak pernah mempertanyakan keturunan bangsawan atau jelatakah mereka, akan melanjutkan ke sekolah favorit atau tidak, akan bekerja dengan gaji yang besar atau tidak, mereka tidak peduli.
Yang bersedia tidak jajan berhari-hari hanya supaya uang sakunya bisa dikumpulkan untuk jalan-jalan ke pasar sore berdua di akhir pekan.
Yang meski sering memasukkan ulat ke dalam tas si gadis, si pria kecil ini akan dengan berani memukuli anak-anak nakal yang berani mengusik ketenangan perjalanan pulang sekolah si gadis, tanpa ia takut dikeroyok.
Yang meski si pria kecil hanya anak petani miskin, si gadis tidak pernah bertanya-tanya: 'dia akan memberiku makan apa? Apa dia punya uang?'
Jatuh cintanya anak kecil sungguh sederhana ya? Karena anak kecil belum tahu apa-apa, maka mereka juga tidak akan berpikir tentang apa-apa. Mereka jatuh cinta dengan tulus, tidak berharap apa-apa, bahkan tidak peduli apakah orang lain tahu atau tidak.
Kita kalah jauh dengan anak kecil. Mereka mencintai dengan memberi, kita mencintai dengan egoisme pribadi. Mereka mencintai dengan memenuhi, kita mencintai dengan mengejar ambisi. Mereka mencintai siapa yang mereka cintai, ternyata kita hanya mencintai diri sendiri.
Kadang, kita yang sudah dewasa, mungkin harus menyingkirkan realita dan kembali menjalani cinta yang sederhana.
Rabu, 25 Februari 2015
Please Don't Say Good Bye
Please Don't Say Good Bye
Aku mengingatmu, kala malam telah datang.
Di bawah langit-langit kamar, aku memanahkan sebuah nama yang sebenarnya tak kemana-mana.
Aku membutuhkanmu, dari sore hari hingga menuju subuh.
Karena tak bersamamu, nafasku tak mungkin lega.
Aku merindukanmu, takut terjadi apa-apa.
Hanya ingin mengetahui sebagaimana menyenangkannya harimu
Aku mencintaimu, dan mereka tak perlu tau.
Waktu itulah aku ingin duduk di sampingmu menangkap kembali cinta kita yang melayang, sebelum sirna.
"Tidak perlu saling memiliki untuk saling membahagiakan." katamu.
Aku ingat jelas, sebelum semua selesai, kamu menepuk pundakku dan memelukku sangat sebentar.
Sementara lidahku terlalu kelu untuk sekedar mengucapkan:
"Please don't say good bye."
Sabtu, 20 September 2014
Bersabarlah, Selangkah Lagi
Bersabarlah, selangkah lagi. Salah satu kalimat
sederhana yang saya gunakan selama ini adalah “One More”. Kalau saya mau
pulang, saya bilang “One More”, saat saya ulangan mendapat nilai yang tidak
memuaskan saya bilang “One More”. Berarti kalau begitu, anda putus sedih
sebentar lalu katakan “One More”. Karena seburuk apapun masa lalu kita, masa
depan kita suci. Jadi apapun yang terjadi, selalu katakan “One More”. Semoga
kita menjadi pribadi yang tidak menderita terlalu lama di satu tempat lalu
memulai lagi dengan harapan yang baru.
Banyak
orang berhenti berupaya, saat sebetulnya mereka sudah hampir sampai. Sabarlah,
selangkah lagi. Kita merasa perjalanan hidup ini panjang, karena kita belum tau
ke depannya. Nah kalau kita belum tau, lalu kita memutuskan berhenti, kan
sayang sekali kalau sebetulnya keberhasilan itu hanya satu langkah lagi. So,
kalau anda bertahan, anda akan melihat hasil yang anda sabari selama ini.
Kadang seorang yang selalu berbuat baik saja akan merasa bosan, karena
kehidupan tidak ada perubahan. Seseorang yang bosan itu sedang melakukan
sesuatu yang baik. Pokoknya yang anda lakukan menambahkan sesuatu yang baik
memang kadang membosankan, karena yang anda lakukan itu tidak akan semuanya
langsung membuahkan hasil.
Kesabaran
itu tidak terbatas, karena kesabaran adalah sifat Tuhan, yang terbatas adalah
kesabaranmu. Masalahnya kesabaran itu tumbuh. Kesabaran kita waktu umur 5 tahun
beda dengan waktu umur 10 tahun. Yang bermasalah adalah orang yang kesabarannya
waktu umur 60 tahun sama dengan kesabaran saat umur 16 tahun. Berarti karena
sesuatu yang molor ini namanya kesabaran dari 5 tahun ke 60 tahun bisa berbeda
sebetulnya kalau kita berharapan baik, kesabaran kita pun tak terbatas, karena
bisa tumbuh. Tapi siapapun yang memutuskan tidak bersabar lagi, maka
kesabarannya habis. Semarah apapun kalau kita memutuskan untuk tetap bersabar,
maka kesabarannya panjang. Jadi kalau begitu, betul-betul keputusan anda. Jadi
kalau anda mengatakan “hidupku, keputusanku”, maka keputusannya harus baik.
Semua
kebaikan yang ingin anda capai mengharuskan anda melalui kesulitan. Kesulitan
adalah tanda anda sedang berupaya, dan kesulitan utamanya adalah meninggalkan
kebiasaan buruk. Apakah berubah itu mudah? Tidak. Berarti berubah menjadi orang
baik itu sulit. Kenapa berubah menjadi orang baik itu sulit? Karena menjadi
orang tidak baik itu lebih mudah. Berubah itu seharusnya mudah kalau hati anda
terundang pada kebaikan. Kalau anda merasa bisa menikmati keindahan hidup
melalui keburukan, itu berarti anda memang menolak berubah.
Bersabar itu sepanjang hidup.
Bersabar itu kualitas hati sepanjang hidup. Bersabar itu kualitas hati yang
baik sepanjang upaya baik. Kalau disingkatnya bersabar adalah kehidupan.
Selasa, 16 September 2014
PEMBENCI
Tiada untungnya memikirkan
orang yang membenci kita, bahagia bila kita memikirkan orang yang mencintai
kita. Untuk apa melayani orang yang jiwanya penuh benci? Sementara waktu kita
sangat dinanti oleh yang menyayangi? Kesepian itu siksaan terbesar bagi para
pembenci dan penderitaan itu bertambah bila dia tidak ditanggapi. Dia mencela
itu sebenarnya kekaguman yang berlebih, atau tanda iri akan sesuatu yang tak
dia miliki.
Jangan mengeluhkan orang yang tidak baik kepada kita. Perhatikanlah,
perkenalan anda dengannya telah mengenalkan anda kepada orang yang lebih
bernilai. Seorang pembenci bisa menjadi jalan kenal anda kepada orang yang anda
cintai..
Saya tak mengerti, berapa orang yang berusaha mengomentari
kebahagiaan saya, mengomentari tentang apapun yang saya lakukan. Apa salah jika
saya melakukan sesuatu yang membuat diri saya bahagia? Apapun yang saya lakukan
itu adalah urusan saya, karena saya tidak pernah meminta siapapun untuk turut
andil dan mengomentari apapun yang pernah saya lakukan.
Lewat tulisan ini, saya hanya ingin menegaskan, jangan
terlampau ingin mengusik kehidupan orang dengan terus menerus mencari-cari
apapun tentang kebahagiaan dan kesedihan seseorang. Karena kau hanya akan
mendapati dirimu menjadi pembenci dan menyedihkan. Dengan kau selalu
mencari-cari tentang seseorang, itu sama saja kau mengusik dirimu sendiri,
mengusik kebahagiaanmu. Dan kau tidak akan pernah merasa bahagia ketika
bahagiamu itu berasal dari kesedihan orang lain. Sungguh merugi orang yang
hatinya membenci dan mendengki.
Sabarlah, hiduplah untuk kebaikan mereka yang
mencintaimu. Tuhan-lah yang mengurus para pembenci. Saya yakin, di setiap
kejadian, ada niat baik Tuhan. Yakinlah itu, lalu hiduplah dalam kedamaian.
Langganan:
Postingan (Atom)












